Aceh Barat, 1 November 2026 – Jhony Howord, Ketua Wahana Generasi Aceh (WANGSA), menerima penghargaan sebagai aktivis pejuang lingkungan dari Jurnalis Aceh Barat (JAB) dalam acara JAB Award 2026 yang digelar Jumat, 30 Oktober 2026. Penghargaan itu datang di tengah proses hukum yang belum usai. Jhony sebelumnya digugat sebesar Rp9,9 miliar terkait aksi advokasinya di bidang lingkungan dan keselamatan publik. Sidang lanjutan dijadwalkan Kamis, 5 November 2026.
Penghargaan dari kalangan jurnalis Aceh Barat menempatkan Jhony sebagai aktivis yang dinilai konsisten dalam isu lingkungan. Namun, posisi tersebut tidak lepas dari konsekuensi hukum yang hingga kini masih berjalan. Gugatan senilai hampir Rp10 miliar muncul dari aktivitas advokasi yang dilakukannya, dan proses persidangan belum selesai.
Jhony sampai saat ini tetap berstatus sebagai pihak yang berhadapan dengan hukum. Sidang yang akan dilanjutkan pada 5 November menjadi bagian dari rangkaian proses yang belum tuntas. Dalam konteks ini, penghargaan yang diberikan JAB bukan sekadar pengakuan simbolik. Ia sekaligus memperlihatkan situasi yang dihadapi banyak aktivis lingkungan di daerah, apresiasi publik di satu sisi, tekanan hukum di sisi lain.
Aktivitas advokasi yang dilakukannya menjadi latar munculnya gugatan tersebut. Sampai hari ini, Jhony masih harus menghadapi proses hukum itu sambil terus menjalankan peran sebagai ketua organisasi.
Penghargaan JAB Award 2026 diberikan pada momen yang berdekatan dengan jadwal sidang lanjutan. Situasi ini menampilkan kesenjangan antara pengakuan atas kerja advokasi lingkungan dan risiko hukum yang menyertainya. Bagaimana proses hukum tersebut akan berlanjut pada sidang 5 November, serta bagaimana institusi terkait merespons isu lingkungan yang diperjuangkan, masih menjadi pertanyaan terbuka.


